Tips Pengajuan Kredit Modal Kerja ke Bank

Image

Kembali nge-blog lagi setelah vakum beberapa saat karena kesibukan dan lahiran putra kedua,hehehe…kali ini mau nulis tentang pengajuan kredit modal kerja di bank, siapa tau berguna bagi temen-temen semua yaa..

Bagi kalangan pebisnis,pedagang dan pengusaha tentunya hubungan baik dengan pihak perbankan haruslah terjalin baik, karena di jaman ini kedua pihak tersebut akan saling terkait. Pebisnis memerlukan bank untuk jasa simpanannya, transfer dana, e-banking, pinjaman (kredit) dan lain banyak deh….sebaliknya pihak bank juga memerlukan pebisnis sebagai target market mereka agar mau menyimpan dananya untuk kemudian diputar kembali dalam bentuk kredit…

Ada beberapa bentuk kredit di bank, secara garis besarnya adalah :

  • Kredit Modal Kerja
  • Kredit Investasi
  • Kredit Konsumer (KPR, Kredit Kendaraan Bermotor, Kredit Pegawai, Personal Loan, dll )

Kali ini kita bahas yang poin pertama yaa, poin selanjutnya menyusul biar ga kebanyakan n bikin puyeng yang baca :p

Image

Kredit Modal Kerja ini ada macam-macam, umumnya bisa untuk usaha perdagangan umum maupun jasa (konstruksi, developer,rumah makan, travel dll banyaaaak)

Tipenya pun secara umum ada 2 :

  1. Kredit Modal Kerja dengan plafond tetap (kadang-kadang disebut orang dengan “rekening koran”). Jadi kita diberikan plafond dana oleh bank misalnya Rp 500 juta selama 1 tahun dan dana ini bebas mau kita putar keluar masuk di rekening pinjaman, dan tiap akhir bulan akan dikenai bunga sebanyak berapa yang sudah kita pakai. Kalau kreditnya sudah jatuh tempo maka bisa diperpanjang lagi 1 tahun, 2 tahun atau 3 tahun tergantung kebutuhan. Enaknya KMK tetap ini adalah setelah jatuh tempo pinjaman ga harus lunas karena bisa diperpanjang selama usahanya masih layak, begitchu…Contoh : Plafond Rp 500 juta dengan bunga 14%/tahun dipakai semua/ tarik penuh tanpa disetorin lagi maka kewajiban bunganya per bulan kira-kira adalah Rp 500 juta x 14% : 12 bulan = Rp 5.834.000. Sebenarnya kalo mau lebih pas lagi itung bunganya harian, karena sistem ini sebenarnya menghitung bunga secara harian, jadi 14%/ tahun dibagi 360 hari = 0.0389% per hari. (ada juga yang pake 365 hari tergantung banknya ya)
  2. Kredit Modal Kerja plafond menurun. Dana yang keluar langsung ditarik full kemudian diangsur selama jangka waktu tertentu umumnya maksimal 3 tahun tentunya dengan ditambah bunga ya. Simpel kalo yang ini,hehehe

Terus bagaimana tips nya kalau mau ajukan pinjaman ke bank? Ini dia…

  1. KTP suami istri, KK, NPWP dan Ijin-ijin usaha yang masih berlaku (SIUP,TDP,SITU,HO) ada yg cukup dengan SIUP dan TDP aja tergantung usahanya ya.
  2. Copy agunan/ jaminan (Sertifikat Hak Milik, Sertifikat Hak Guna Bangunan, BPKB, Invoice alat berat, dll) Umumnya sih pihak bank lebih senang berupa SHM dibanding yang lainnya.
  3. Copy pembukuan usaha temen-temen selama beberapa bulan terakhir, bisa juga berupa copy nota-nota,slip setoran/ transfer bank, daaaaan lebih sip lagi kalau berupa mutasi di rekening tabungan di bank ybs. Tujuan si bank disini untuk ngeliat cashflow usaha temen-temen apakah layak atau ga dikasih kredit, dan kalau layak dapatnya bisa berapa…Jadi inilah poin yang menurut saya paling berperan, soalnya menentukan kelayakan usaha temen-temen sekalian…Agunan gede? Ga masalah buat bank, soalnya mereka bukan pegadaian…agunan gede tapi usaha skalanya kecil yaa kreditnya juga dapet kecil masbro….

Oke saya cukupkan sampai disini dulu biar ga ribet bin njelimet,hehe…silakan dikunyah-kunyah semoga berguna….*nyomot istilah wak haji TMCblog*

Advertisements

Bisnis Tanpa Hutang, Mungkinkah ?

Kali ini saya mau curcol tentang hutang dalam bisnis, jadi penekanannya dalam bisnis ya bukan hutang konsumtif seperti rumah tinggal, kendaraan bermotor, gadget atau panci :p

Saya pernah beberapa kali ikut training maupun seminar bisnis yang mayoritas pesertanya adalah anak-anak muda (bukan berarti saya udah tua lho,hehe) baru mulai usaha dan dengan semangat menggebu-gebu selalu menyatakan jangan berhutang dalam berbisnis, karena itu hina, nabi tidak mengajarkan itu, atau hutang itu terkait riba lah dsb…

utang

sekarang yang jadi pertanyaan saya yang masih lugu ini (uhuk…) adalah bagaimana berbisnis tanpa hutang itu? Darimana memperoleh modalnya? Atau semua transaksi maksudnya harus CASH AND CARRY ?

Jawaban mereka mudah saja, pake tabungan sendiri, jual aset pokoknya ga ngutang…lha terus kalo orang yang baru mulai harus gimana dong? Bingung sendiri jawabnya…kalo anak orang kaya sih gampang tinggal minta modal uang pasti dikasih, sementara kebanyakan kasus di lapangan pengusaha sukses awalnya mulai dari bawah sekali, alias modal uang pun ga punya…

Cukup dengan seminar-seminar tersebut yang juga tidak memuaskan saya akhirnya inilah solusi versi saya sendiri yang udah saya jalani dan masih berjalan sampai sekarang, mudah-mudahan tidak ada masalah berarti sampai kedepannya. Cara saya adalah :

  1. Cari utangan barang. Mudah diucapkan memang tapi pelaksanaannya justru paling susah, karena sangat berkaitan dengan relasi yang kita miliki dan trust orang pada kita…justru Rasulullah dulu digelari Al Amin (dapat dipercaya) sehingga bisa jadi pedagang besar kan ? Apabila sudah didapatkan maka artinya bisnis sudah jalan…
  2. Hutang di bank. Cara ini memang kurang populer bagi sebagian orang, cuma bagi saya ini cukup masuk akal sambil memperkuat modal, nanti kalau sudah kuat baru dilunasi…mudah-mudahan saja begitu dan bukannya nambah lagi, hehehe… oya hutang yang diambil yang berupa fasilitas modal kerja dengan skeme CO tetap (sering disebut juga rekening koran) yang cukup bayar bunga sebanyak dana yang dipake saja lho ya, bukan angsuran menurun seperti kredit motor…
  3. Jadi makelar atau blantik (hahaha…) ini justru yang bisa menghasilkan untung besar dengan resiko sangaaaat minim….contoh : bantuin orang jual properti, agen asuransi, dsb

Sekian dan terima kasih, curcol kepanjangan bikin pusing ntar,hehe…

 

Salah Satu Cara Mendongkrak Omzet Pengusaha UMKM

Halo semua, ini pertama kalinya saya nulis di blog ini…langsung aja karena yang terlintas dibenak saya adalah topik ini, yaitu mengenai salah satu cara mendongkrak omzet ya itulah yang saya tulis, terlepas dari segala kekurangan saya tentunya.Image

Tanpa basa-basi seperti bikin iklanlah, promo inilah, diskon itulah itu semua memang salah satu cara, dan kebanyakan teori mengatakan demikian..hehe…cara saya ini lebih berdasarkan pengalaman pribadi sendiri dan berlaku untuk usaha perdagangan ya bro n sis semua..

ok lets start, katakanlah usaha ini adalah perdagangan produk konveksi rumah tangga…bisa juga bahan bangunan, aksesoris motor/mobil dll. Caranya adalah…jadi Sales barang dagangan anda sendiri…lho apa maksudnya tuh??

Jadi gini masbro dan mbakbro,eh mbaksis sekalian…mulailah anda tawarkan barang anda ke toko-toko lain terutama didaerah luar kota (kenapa luar kota? karena pesaing masih sedikit dan potensi masih ada) dan upayakan pemilik tokonya benar-benar anda kenal ya, minimal anda tau reputasinya lah. Katakanlah anda menawarkan produk selimut, maka langkah-langkahnya kira-kira sbb supaya ga bingung :

  1. Masuki toko yang akan anda prospek
  2. Tawarkan barang anda, berikan tempo misal 2 minggu…anda bisa kasih tempo kalau anda juga ditempo misalnya 1 bulan dari pemasok anda, kan masih ada tenggang 2 minggu lumayan bisa muter 2x
  3. Kalo ga mau repot di tiap daerah masuki 1-2 toko saja,tapi yang besar…berikan harga yang bagus supaya mereka juga mudah menjualnya ke pihak lain
  4. Ya sudah itu saja, 2 minggu kemudian tinggal nagih

Trus gimana kalau tagihannya ga berhasil? atau temponya mundur lagi dari perjanjian? Silakan direview kembali apakah akan meneruskan memasok ke toko tersebut atau pindah lagi…makanya di awal saya katakan anda harus tau betul karakter pemilik toko yang akan anda prospek…fact finding lah istilah kerennya,hehe

Demikian semoga berguna