Mau Tau Rasa Pegel Touring PP 1300 km pake YZF R15 Standar ?

Aaaah…setelah berkutat dengan urusan kerjaan perlu juga refreshing sesekali…buang stress dengan buang tarik gasss,hehe… Rencana touring kali ini adalah ke Kalimantan Barat, tepatnya ibukota provinsi yaitu Pontianak. Dari Pangkalan Bun (Kalteng) ditempuh dengan jarak sekitar 650km estimasi 12 jam perjalanan, kebetulan jalan raya sudah selesai, hotmix, lebar, banyak tikungan asik,sepi…just us and long curvy road…

Skip..skip…akhirnya fix anggota Riders (komunitas penggemar touring, cornering, lintas merk yang penting brotherhood) yang berangkat ada 5 orang termasuk saya. Ada 2 Yamaha MT25, Ninja 250FI, Benelli TNT 250 dan paling imut sendiri Yamaha R15 standard orisinil ting-ting belum ada ubahan apapun pemirsah, odometer baru 6000an motor tahun 2014 kita panggil saja dia Red Dragon Lele Merah biar namanya Indonesia banget….memang tujuannya mau review riding sensation dan ketahanan parts ori bagaimana sih kalo dibawa jauh,hehe…

Akhirnya kami berangkat subuh pukul 05.00 pagi ke Lamandau (hasil tripmeter sekitar 105 km) untuk jemput salah satu rider sekalian isi pertamax di SPBU, diantar beberapa riders lain dan foto-foto sedikit biar kekinian….oya si Lele Merah ikutan isi dan banyak pula minumnya sekitar 8L, hal ini dikarenakan dari P.Bun cuma sisa 2-3 bar sekitar 6L dan menghabiskan sekitar 2 L lebih lah untuk perjalanan 100 km ke Lamandau, cukup irit namanya juga 150 cc single cyl, hehe…

IMG-20160409-WA0007
foto bareng Riders Crew di SPBU Kujan, Lamandau sebelum gas ke Kalbar

Ok, perjalanan ke Kalbar dimulai dari sini….. (Lamandau – Kudangan – Perbatasan Kalbar jarak +/- 150 km), trek mulus, dominan perkebunan sawit, perbukitan dan banyak tikungan-tikungan tajam…riders lain sudah terbiasa jadi bisa melibas tikungan dengan nyamannya, sementara Lele Merah milik SB agak kagok karena belum terbiasa dengan jalanan curam dan blind corner…menurut SB sendiri rute dari Lamandau ke perbatasan dan sekitarnya cukup berbahaya kalau belum kenal jalan, ditambah sisi kiri mayoritas jurang, dan sisi kanan tebing yang banyak menghamburkan pasir dan kerikil di jalan…ban IRC bawaan Lele beberapa kali sempat spinning  akibat hal ini. Oya tempat untuk istirahat disini bisa didaerah Kudangan dan Penopa. Sampai perbatasan ngopi dulu + makan secukupnya (jangan terlalu kenyang), dalam touring jarak jauh yang penting cukup hidrasi dan ga ngantuk, makan sekedar isi perut tapi jangan terlalu banyak.

IMG-20160319-WA0008
isi perut dulu di perbatasan, makanan prasmanan

Lanjut lagi dari perbatasan kita ke Nanga Tayap – Sendai (dari perbatasan sekitar 80 km)…namanya seperti di Jepang rupanya,hehe. Jalan kondisi muluus, tikungannya asiik, Lele mulai terbiasa dan bisa cornering sampai 80-90 kmh dengan mulus dan stabil. Chassis deltabox terbukti stabil melibas tikungan, swing arm nya juga rigid, diajak rebahan emang asik…namun riding position yang nunduk bikin cukup pegel terutama di bagian trapezius (bahu atas), telapak tangan kanan, dan punggung tengah, selain itu masih fine-fine aja. Oya motor bro Wandy sang road captain ini yaitu Benelli TNT 250 ini rupanya cukup unik, seperti moge 4 silinder…raungannya padat jadi suaranya lebih “Nguuung…” bukan “vrrroom…” seperti 250 cc lainnya, warga yang kami lintasi langsung keluar nonton layaknya Anak Jalanan pertunjukan dadakan, anak-anak melambaikan tangan…akh….serasa jadi Rossi yang dielu-elukan fansnya meski helm saya HJC Lorenzo….

Nanga Tayap lumayan rame daerahnya rupanya, tapi kami lanjut terus ngejar SPBU di Sendai sebelum tutup tengah hari, dan sampai Sendai sekitar jam 12 siang, SPBU sudah mau tutup… yang dijual Premium dan Pertamax Plus…wuiiih akhirnya nenggak bensin merah si Lele (untung ga mabuk), isi sekitar 60rbuan atau kurang dikit 6 L…berarti konsumsi bensinnya sekitar 1 : 40, yah mayan irit…larinya juga irit soalnya dibanding yang 250cc hahaa…MT25, N250FI dan Benelli TNT 250 juga minum cukup banyak, sampai ridersnya ikutan minum saking hausnya riding di cuaca terik…untungnya masih minum Mizone bukan ikutan Pertamax Plus…xixixi…

IMG-20160319-WA0012
dibelakang adalah SPBU Sandai yang udah tutup tengah hari, jualannya Pertamax Plus euy..

Lanjut dari Sendai kami langsung tancap gas menuju Pontianak (sekitar 330 km an lagi tersisa), lewat Bekuak, Sanggau…bro Wandy selaku road captain dengan Benelli nya cukup tenang melibas tikungan dengan hi speed, ban belakang Michelin Pilot Road 4 uk 180/55 anteng bener untuk jalan basah dan kering rupanya…kemudian sampailah kami ke Tayan..rute sebelumnya harus menyeberang dengan feri ASDP sekarang rupanya jembatan dengan nama Pak Kasih di Tayan sudah selesai…namun demikian saat kami foto-foto standar motor langsung ambles ke dalam aspalnya. Jembatan dengan panjang 1.6 km ini baru saja selesai dan akan diresmikan Presiden Jokowi hari Selasa 22 Maret atau 4 hari setelah kami lewati kali ini. Jalan sebelum ke jembatan masih mulusss dengan lampu jalan unik berbentuk melengkung, jembatannya sendiri cukup lebar dan besar…keren lah pokoknya…

2 foto diatas saat kami menuju Pontianak dan 1 foto dibawah saat kembali ke Pangkalan Bun bersama 9 riders dari MTRI (Master of Torque Riders Indonesia) Chapter Pontianak, salam brotherhood braders…dari jembatan ini ke Pontianak sudah dekat sekitar 1 jam, syukurlah cuaca sejak kami berangkat cerah padahal sedang musim hujan, dan hujan baru menyapa saat akan masuk kota Pontianak…cukup deras namun tidak lama, dan akhirnya kami masuk kota sekitar pukul 16.30 sore…waooooww macet puooollll pemirsah…jam orang pulang kerja dan akhir pekan rupanya, haduh. Akhirnya setelah beberapa kali tanya sana -sini sampilah kami di hotel Golden Tulip Jl Teuku Umar, parkiran mobil dekat lobby langsung disiapkan pak satpam untuk kami…okelah pelayanannya, secara motor lain diparkir di lahan samping gedung bukan di area hotel. Perjalanan ke Pontianak harus diakui rutenya eksotis dan keren punya pemirsah….kita seperti diajak melewati dunia lain, hutan, bukit, sungai, kelokan ala Mugello (halah) yang suka cornering ini tempatnya, pemukiman warga Dayak asli (babi enjoy aja melintas, awas nabrak ada denda adat yang mahalll) sebelum sampai ke kota besar…emejing lah…

IMG-20160319-WA0007
akhirnya sampai, Hotel Golden Tulip – Pontianak

Overall review Yamaha R15 standar saat dipake touring Pontianak – P.Bun pergi pulang sejauh kurang lebih 1300 km ini adalah :

  1. Riding position cukup bikin pegel di traps, punggung tengah sama telapak tangan kanan.
  2. Handling nyaman, apalagi melibas tikungan anteng bener…
  3. Ban standar masih OK hi speed cornering kondisi kering, 100 kmh masih OK (video nyusul), namun demikian rencana mau ganti dengan yang branded..ukuran naik 1 step aja dari standar biar ga berat dan sesuai standar toleransi velg ori nya….masih rencana…*lirik dompet
  4. Rem depan cukup OK, pas sampe rumah ternyata kampas bagian dalam udah mau habis…hard braking melulu soalnya buat ngejar yang laen…
  5. Untuk power biar ngisi terus terutama melibas corner dengan speed 80 kmh + RPM minimal di angka 8rb keatas, paling sering pake gear 3 bro…
  6. Knalpot senyap kayak matic, raungan mesin jadi lebih dominan…ke depan bakal ane ganti dengan knalpot racing, biar orang juga aware di jalan soalnya beberapa kali ga kedengeran kalo ada motor kencang lele dibelakang lagi slipstream…halah…
  7. Top speed? 2x percobaan di jalur lurus datar cuma dapat 131 km/h…TB 175cm BB 68kg, mau seberapa kenceng sih 150 cc, itu juga udah cukupan kalo buat touring, memang sih kalo jalur lurus diasepin melulu…gahahaha…
  8. See u  again… nunggu jadwal touring berikutnya, huehehe
  9. Kembali bekerja lagi, demi sepasang battlax atau michelin atau metzeler atau pirelli…halaahhh…
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s