Pengalaman Klaim Double Asuransi di RS

Kisah ini (baca : pengalaman) ini bermula sekitar 2 bulan lalu dimana waktu itu nyonya mengeluh ada rasa ga nyaman didaerah V…ya memang tidak terlalu sakit dan parah tapi cukup mengganggu, akhirnya periksalah ke SPOG setempat di Pangkalan Bun, Kalteng…small city with big heart…halah…lanjutt…daan hasil diagnosa menyatakan ada kista di kelenjar Bartholin, dan pak dokter SPOG yang ramah menyarankan untuk dioperasi kecil untuk mengeluarkan cairan yang ada didalam kista itu…”sekitar 30 menit paling operasinya pak” begitu kata pak dokter yang kebetulan juga langganan kami waktu nyonya hamil anak kedua. Hmmm, sudah kuduga itu penyakitnya…sebelumnya udah nanya dr Google juga dan ternyata pas hasilnya. Oya mengenai kista Bartholin bisa digoogle sendiri ya karena banyak kok infonya di internet…skip skip…akhirnya kami memutuskan untuk dioperasi di Semarang saja, karena dekat dari Pangkalan Bun, cuma 45 menit naik pesawat dan fasilitas tentu lebih lengkap disana.

Alasan lain karena kebetulan kami punya 2 asuransi kesehatan yang udah kerjasama dengan sebagian besar RS di kota besar jadi ga perlu reimburse lagi untuk klaim…oya asuransi yang kami punya inisialnya “P” dan “C”. Yang P ini lumayan lengkap coveragenya, dari kamar, ruang ICU, jasa dokter umum dan spesialis, obat-obatan, sampai tindakan operasi…saya hitung-hitung untuk operasi kista Bartholin yang termasuk operasi minor tipe I plafonnya sampai Rp 14 juta untuk tindakan operasinya saja (maksimal Tipe IV untuk operasi besar plafonnya Rp 69.5 jt) , wah nampaknya cukuplah untuk operasi kista ini. Selain itu ada juga asuransi C yang lebih simpel tapi menurut kami coveragenya kurang spesifik….perhari pokoknya diganti uang cash Rp 1 juta dan kalau ada operasi maks Rp 10 juta…untuk¬† operasi Kista Bartholin cuma 20% alias Rp 2 juta saja untuk operasinya, yaa ini cocoklah sebagai backup biaya-biaya untuk pesawat dan hotel kami di Semarang, sekalian liburan….halah sakit kok liburan le…lha mosok sakit harus merana sengsara bersedih…piye tho…

20160116_081613
taman ditengah RS St Elisabeth

Akhirnya pilihan mengerucut jadi 2 RS, yaitu Telogorejo dan St Elisabeth…kebetulan dua-duanya langganan beberapa teman dan klaimnya mudah, namun akhirnya kami memutuskan ke Elisabeth karena suasana yang lebih tenang, langsung bawa koper dorong dari bandara, daftar di poli spesialis, pilih dokter, karena waktu itu pas hari Jumat dan kami ga tau harus menuju ke dokter SPOG yang mana akhirnya pilih dokter yang tersedia di jam yang paling cepat, dan jatuhlah ke dr Anantyo Binarso Mochtar.

20160122_083924

Daaan…mak jegagik antriannya panjang…ternyata pak dokter ini lumayan top jadi pasiennya banyak eh…ya sudah kami menunggu sampai akhirnya tiba giliran, koper dorong ikut saya bawa masuk dan pak dokter agak kaget (mungkin disangka bawa bom) setelah kami jelaskan kalau kami datang dari tempat nun jauh disana beliau mengerti dan setelah pemeriksaan singkat langsung menawarkan kapan mau masuk opname untuk kemudian operasi. Ada 2 pilihan tindakan yaitu marsupialisasi (kista disayat dan isi dikeluarkan) dan ekstirpasi (pengangkatan total kista), saya dan nyonya pilih yang kedua biar tuntas semua karena repot kalau bisa kambuh seperti tindakan yang pertama meskipun harus opname agak lama karena tindakannya lebih rumit.

Naah disini lah proses administrasi bermula…untuk RS Elisabeth kita ke ruangan kaca dibagian depan RS untuk daftar dan pilih kamar, sekaligus ditanya bayar sendiri, perusahaan, BPJS atau asuransi. List harga diberikan, kita pilih kamar dan saya upgrade ke kamar utama biar bisa sendirian dan ada bed buat penunggu alias kamar gratis untuk saya hehe….nanti si mbak resepsionis minta kartu peserta asuransi kita, nelpon untuk memastikan apakah asuransi kita aktif dan plan (plafon kamar yang kita miliki), setelah itu kita tinggal masuk ke kamar pilihan…oya disini saya pake asuransi P. Info tambahan, waktu saya liat pricelist kamar kelas I waktu itu Rp 495rb (kelas tertinggi di BPJS) dan kelas utama Rp 605rb cuma selisih Rp 110 ribu, waktu saya tanyakan apakah peserta BPJS bisa upgrade dan hanya bayar selisih kamar dan dijawab….“Kalau untuk BPJS kita lihat plafon maksimal kelasnya, misal kelas I maka tarifnya diselisihkan dengan plafon di kelas yang baru/utama/VIP, jadi bukan cuma selisih kamar yang dibayar…” kesimpulan saya, ada banyak yang harus dibayar apalagi kalau ada tindakan operasi, jadi mendingan tetap di kelas asal kalau peserta BJS, kecuali atas rekomendasi dokter…begitu kira-kira…

20160115_133729
ruang administrasi awal untuk pilih kamar

Setelah beres administrasi maka suster masuk ke kamar kita dan memberitahu jadwal operasi beserta biaya-biaya, dan kita tanda tangan untuk persetujuan…disini saya titipkan Form Klaim dari asuransi C ke suster untuk diisi dan di ttd dokter, susternya agak bingung karena saya sudah pakai asuransi P…saya jelaskan “asuransi P tetap dipakai, yang ini buat sampingan aja mbak, saya cuma perlu ttd dokternya aja kok” *kedipkedip

Beres….suster balik lagi menginfokan kalo biaya operasi sekitar Rp 18 juta (alamakjaan plafon operasi Bartholin cuma Rp 14 juta alamat nombok neh), saya cuma manggut-manggut ya mau diapain lagi…ga lama suster balik lagi revisi sambil senyum-senyum, ternyata cuma Rp 10 juta dan dompet pun ikut tersenyum…tapiii saya tetap harus deposit dulu 50% dari biaya operasi karena persetujuan asuransi baru keluar kalau pasien sudah bisa pulang, nantinya kalau asuransi bisa diklaim maka uang kita akan dikembalikan tergantung berapa yang disetujui. Nah rupanya di asuransi P perusahaan penjaminnya adalah SOS International yang kerjasamanya dengan PT Asih Eka Abadi pemirsa, daaan dokter harus isi form medis awal baru disubmit ke pihak asuransi oleh RS untuk mendapatkan penjaminan, dan setelah itu saat pasien sudah mau keluar RS ada form medis akhir yang harus disubmit pihak RS lagi ke asuransi untuk pencairan klaim, hal ini yang bisa mengakibatkan adanya waktu tunggu saat pasien mau keluar RS karena masih menunggu kelengkapan administrasi dari pihak RS ke asuransinya….sepele tapi bikin agen asuransi P diomelin nasabahnya waktu saya menyelesaikan proses pembayaran ke administrasi saat istri sudah boleh keluar RS, kemungkinan besar si agen kurang mengerti, ybs menelpon terus ke pihak asuransi sementara saya menelepon ke provider SOS yang no telponnya ada dibelakang kartu peserta asuransi masing-masing nasabahnya….thanks to my agent hehe…

20160317_151828
silakan langsung hubungi nomer telepon di kanan atas itu bapak ibu…kalo nanya ke kantor asuransinya ya lambat, karena mereka juga cek ke provider SOS

Alhamdulillah, setelah operasi di malam minggu istri tinggal recovery dan istirahat di RS selama 6 hari sebelum akhirnya pulang….credit buat para suster, cleaning service (sehari 3x bersihin kamar) dan staff di RS Elisabeth ini, ramah, pasien selalu dikontrol, menu makan juga boleh pilih, kamarnya juga nyaman meskipun kelas Utama bukan VIP….namun ada yang kurang nyaman, channel TV nya terbatas mengakibatkan tiap hari saya dicekoki sinetron Uttaran itu oleh istri…*pasanginfus

20160115_140718
sudah ada LED 32″, kulkas, sofabed, ranjang dengan remote, kursi tamu dan toilet duduk dengan air panas dingin
20160115_140731
ada wastafel dan cermin besar disamping kamar kecil…view dari jendela juga oke…parkiran mobil gan…:D

Akhir cerita, dokter memberitahu kalau istri boleh pulang namun 2 hari lagi kontrol bekas operasi…dan saya pun menyelesaikan proses administrasi di ruangan kaca yang satunya lagi (bukan yang pertama waktu pilih kamar), daaan mbak nya bilang..

“udah keluar pak…” *sambilsenyum

“apanya yang keluar mbak? ” *sambil nenteng kresek indomart

“penjaminan asuransinya…”

“oh syukurlah, berapa yang diganti mbak?”

“semuanya pak, cuma selisih kamar aja 6 hari Rp 600rb”

“wow, makasih ya mbak….”

“sama-sama pak…ini ada biaya 100rb untuk pengisian form klaim asuransi yang satunya C…”

“mbak asuransi yang satunya ini (asuransi C) saya boleh minta salinan kuitansi dan rincian biaya-biaya yang dilegalisir?”

“bisa pak, tapi nunggu 1 mingguan….”

“oke gpp mbak, nanti saya minta tolong kirim ya…soalnya saya jauh di kalimantan..”

“mmm…apa ga ada yang bisa ambil pak? atau pas kontrol nanti…”

“wah saya kontrol 2 hari lagi eh mbak…tolong ya…saya kasih ongkos kirimnya kok…please…”¬† *memelas

“iya deh pak, tulis aja alamatnya nanti kita kirimkan….”

“makasih mbak…..anda luar biasa….” *tersenyum lebar, sambil baca rincian biaya

20160317_151603
nah itu dia rincian yang dibayarin asuransi…paham kan bacanya? kalo bingung komen aja dibawah ya…hehehe

Peristiwa ini menyadarkan kami, bahwa sehat itu mahal…apalagi kalau sakit, iya ngga? Dan penting untuk punya asuransi kesehatan, terlepas itu swasta maupun BPJS…yang penting usahakan ada, kalau ga mampu gimana? Lha kan ada BPJS kelas III untuk warga ga mampu, ga usah bayar premi kok…demi kebaikan kita semua….Btw rincian biaya yang diminta dikirimkan pihak RS ke rumah, dan dalam seminggu klaimnya cair lagi Rp 7 juta masuk rekening….alhamdulillah…lumayan buat nutupin biaya kami nginep di hotel 2 hari dan tiket pesawat PP P.Bun- Semarang …trims RS Elisabeth, trims juga asuransi P dan C…

Advertisements